Pangkalpinang - Tim barongsai asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Dalam Kejuaraan Internasional Lion Dance Team 2026 yang berlangsung pada 5–8 Mei 2026 di Klenteng Toh Moh (Toh Moh Goddess Shrine), Distrik Sungai Kolok, Provinsi Narathiwat, Thailand, tim Indonesia dari Bangka Belitung berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perak pada kategori Tarian Singa Selatan.
Kejuaraan tahunan bergengsi tersebut diikuti oleh berbagai tim elit barongsai dari sejumlah negara seperti Indonesia, China, Malaysia, Australia, Singapura, hingga Laos. Kompetisi mempertandingkan sejumlah nomor prestisius, termasuk tarian singa tradisional dan tarian singa akrobatik di atas tonggak (high pole).
Pada ajang tersebut, Team Indonesia A sukses meraih Gold Award kategori Tarian Singa Selatan. Tim ini diperkuat oleh Elmer Fabian Felix, Delbert Gilson, Wilson Jonathan, Kevin Haryono Lim, Jeremiah Leonard, dan Leonardo, di bawah arahan pelatih Ronald.
Sementara itu, Team Indonesia B berhasil membawa pulang Silver Award pada kategori yang sama. Tim terdiri dari Leonardo, Kevin Haryono Liem, Jeremiah Leonard, Delbert Gilson, Wilson Jonathan, dan Elmer Fabian Felix dengan pelatih Ronald.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Bangka Belitung mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan semangat sportivitas Indonesia kepada dunia.
Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Widya Kemala Sari, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian yang diraih para atlet barongsai tersebut.
“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta semangat juang yang luar biasa dari para atlet dan pelatih. Kami sangat mengapresiasi kegigihan tim barongsai Bangka Belitung yang berhasil membawa pulang 1 medali emas dan 1 medali perak pada ajang internasional bergengsi di Thailand,” ujarnya.
Widya juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda Bangka Belitung untuk terus mengembangkan potensi di bidang olahraga dan seni budaya.
“Barongsai bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga bagian dari seni budaya yang mengandung nilai kekompakan, ketangkasan, dan kerja sama tim. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi pemuda Babel untuk terus berprestasi dan membawa nama daerah hingga tingkat dunia,” tambahnya.
Prestasi internasional ini sekaligus memperkuat posisi Bangka Belitung sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga berbasis seni dan budaya.

